Ternyata Ilmu Kimia sangat berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Terkadang ita tidak menyadari akan hal itu. Dari hal kita bernapas adalah suatu reaksi kimia yang paling sederhana. Kita menghirup oksigen di udara dan menggunakannya dalam proses oksidasi makanan. Dan juga Kimia ternyata ikut terlibat dalam hal urusan rumah tangga. Yang disini akan dibahas adalah Reaksi Kimia Ketika kita Menanak atau memasak nasi.

Ternyata ini berusaha dijelaskan oleh Dr. Fred Shih di USDA-ARS Rice Research Unit.

(Gambar Kanan Struktur butir beras). Atas izin Institut Pati Internasional.

Karena beras mengandung sekita 90% pati, inti dari memasak nasi adalah reaksi pati dalam air ada suhu tingi. Granul pati menyerap air, dan mengembang ketika panas dilanjutkan. Ketika pada suhu tertentu (disebut sebagai suhu gelatinisasi) tercapai, dinding sel granul memecah dan pati menjadi kental (gelatin). Ini adalah inti yang terjadi selama proses memasak nasi. Ada dua jenis pati dalam beras, amilsa dan amilopektin. Beras berbulir panjang kaya akan amilosa, sedangakan bulir pendek kaya akan amilopektin. Sifat-sifat nasi yang yang matang sangat beragam, tergantung pada jenis beras atau rasio kandungan amilosa dan amilopektin dalam pati. Jadi, seperti yang kita ketahui, ketika telah matang, beras berbulir panjang tidak terlalu lengket bila dibandingkan dengan beras berbulir pendek.

Selain dari pati, adalah kandungan karbohidrat, beras juga mengandung sejumlah protein dan serat. Sebagai kandungan gizi dalam beras, umumnya mereka terdapat pada lapisan luar butir beras yang disebut dedak (kulit padi). Sayangnya, dedak ini nyaris dihilangkan semua pada proses penggilingan. Inilah mengapa kita harus mengkonsumsi beras coklat (beras dengan kulit padi) bukan beras yang digiling.

Sumber : www.chem-is-try.org